Polemik ISKCON Hare Krishna p>”Saya melihat sah-sah saja melaksanakan program untuk atraksi budaya, karena salah satu cara menyamaikan aspirasi adalah dengan itu. PHDI tidak pernah melarang karena tidak ada kewenangan berkaitan dengan itu,’ kata Sudiana. Selain itu ajarannya juga dianggap bertentangan dengan Hindu Bali baik dari segi teologi, filsafat, maupun tatwa. Ida word play here mendukung penuh PHDI untuk mengambil sikap tegas agar Hare Krisna keluar dari tubuh PHDI dan agama Hindu Bali. Beberapa orang kemudian ngundang, memanggil leakage atau mereka yang sakti untuk “mencoba” watangan matah tersebut. Setelah calonarang ini dilanjutkan dengan pemampilan dua orang penari joged dan juga orasi dari masing-masing kelompok yang hadir. Simpan nama, e-mail, dan situs web saya di internet browser ini untuk lain kali saya berkomentar.

Tidak juga kata-kata tersebut ditemukan dalam setiap teks-teks Buddha atau Jain, atau salah satu dari 23 bahasa resmi India. Pengikut Gerakan Hare Krishna adalah salah satu kelompok yang paling asketik. Kode etik dan moral yang diterapkan dalam perguruan ini sangat ketat. Para anggota harus menjalankan empat prinsip, yaitu dilarang mabuk-mabukan (minum minuman keras dan/atau menggunakan obat-obatan terlarang), melakukan seks bebas, mencuri dan makan daging, ikan serta telor disamping aturan-aturan lainnya yang tidak kalah ketatnya.

Lowongan Kerja Di Kapal Pesiar Ternama, Berikut 7 Posisi Yang Dibutuhkan.

Lebih lanjut, Prof Sudiana juga mengimbau semua pihak yang menyampaikan masukan agar menghindarkan hujatan dan kata-kata yang mendiskreditkan dan tetap shanti, walaupun ada perbedaan pandangan soal-soal tertentu tentang agama Hindu. Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua PHDI Provinsi Bali, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si yang berlangsung dari Pukul 14.00 sampai 17.00 Wita ini, tercatat menghasilkan beberapa keputusan selain mengagendakan pemanggilan terhadap ISKCON dan Hare Krishna untuk mengklarifikasi polemik yang viral di Medsos. Sebelum tahun 1984 dan tahun ini dan ini yang lebih parah daripada yang dulu.

Pria yang juga Rektor IHDN ini berharap agar masyarakat tidak melakukan hal-hal yang dapat mengganggu ketertiban umum dan melawan hukum. “Semua pihak agar tetap tenang serta jangan mudah terpancing isu-isu di medsos yang dapat memperkeruh keadaan.

Posting Terkait.

Kita harus menjaga kerukunan antarsesama maupun antarumat beragama dengan mengedepankan sikap saling asah, asih, dan asuh,” tegasnya. Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali mendesak PHDI Pusat agar segera menyikapi polemik mengenai keyakinan Hare Krishna yang marak di Pulau Dewata. Ketua PHDI Bali Prof. IGN Sudiana menyebutkan hal itu Minggu (2/8/2020). Simpan nama, email, dan situs internet saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya. Banyak ahli merasa bahwa nama “Hindu” telah dikembang pihak lain, para penyerbu yang tidak bisa menyebut nama Sungai Sindhu dengan baik. Menurut Sir Monier Williams, leksikografer Sanskerta, anda tidak dapat menemukan akar pribumi untuk kata-kata Hindu atau India.

Namun meskipun demikian, pertumbuhan pengikut ajaran ini tercatat sebagai salah satu yang terbesar di dunia. Untuk membangun tempat suci lila transendental bagi para anggota dan masyarakat secara luas yang didedikasikan kepada Personalitas Tuhan Yang Maha Esa, Krishna. “Tolong Pimpinan Yayasan ISKCON sampaikan kepada seluruh anggotanya untuk tidak melakukan kegiatan Hare Krisna di tempat-tempat umum, cukup di Ashram saja,” ucapnya. “Tolong Pimpinan Yayasan ISKCON sampaikan kepada seluruh anggotanya untuk tidak melakukan kegiatan Hare Krisna di tempat-tempat umum, cukup di Ashram saja.

I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si mengatakan berdasarkan hasil rapat Tim Komunikasi, Mediasi dan advokasi PHDI Bali dengan Ormas Keagamaan Hindu dan ISKCON pada hari Rabu tanggal 22 Juli 2020. Sebagaimana diketahui, belakangan ini kerap kali dunia maya khususnya di grup-grup facebook di Bali dihebohkan dengan postingan foto dan video kontroversi dan berbau provokasi yang berisi kegiatan-kegiatan para penganut aliran Hare Krishna di Bali. Karena dinilai aneh dan diluar kebiasaan umat Hindu di Bali, postingan-postingan menyangkut Hare Krishna begitu cepat viral dan di share oleh para netizen sehingga menimbukan suasana menjadi panas. Sesuai mekanismenya, ia menjelaskan tiap persoalan yang bernilai penting dan memiliki pengaruh luas di masyarakat akan dikaji oleh sabha walaka.

  • Kekuatan Macedoniannya sesudah itu disebut daratan timur Indus sebagai India, sebuah nama yang digunakan terutama selama rezim Inggris.
  • Kata ini digunakan oleh Muslim asing untuk mengidentifikasi orang-orang dan agama di mana orang-orang tersebut tinggal di daerah itu.
  • Setelah itu, bahkan orang Indian sesuai dengan standar tersebut sebagaimana ditetapkan oleh mereka yang berkuasa dan menggunakan nama-nama Hindu dan Hindustan.
  • Sebaliknya, kata itu tidak memiliki makna kecuali orang-orang memberinya arti atau sekarang digunakan di luar kegunaan.
  • Beberapa sumber melaporkan bahwa Alexander Agung yang pertama kali merubah nama Sungai Sindhu menjadi Indu, menghilangkan huruf “S”, guna memudahkan pengucapan bagi orang Yunani.
  • Sebelum ini, nama Veda untuk daerah itu adalah Bharath Varsha, di mana banyak orang masih lebih suka menyebutnya dengan nama itu.

Tentang tudingan mengganggu Adat Istiadat Bali, mereka menyatakan, “Pengikut Hare Krishna di Bali pada dasarnya tetap mengikuti adat istiadat. Sebelum mengajukan ke pusat, PHDI Bali mengadakan pertemuan yang sifatnya menampung aspirasi dari elemen umat Hindu.

Reaksi Iskcon Terhadap Demo Menentang Hare Krishna

Pihaknya mengaku semua pihak harus dilibatkan dalam memberikan masukan. ” Hari ini inti dari masukannya, pointnya meminta PHDI Pusat untuk evaluasi ISCON yang terdaftar di PHDI Pusat,” imbuhnya. ” Hari ini inti dari masukannya, pointnya meminta PHDI Pusat untuk evaluasi ISCON yang terdaftar di PHDI Pusat,” imbuhnya. Rapat yang digelar di Kantor PHDI Bali, Rabu (22/7) kemarin untuk meminta PHDI bergerak cepat, agar masalah ini tidak berlarut-larut. Kedua PHDI Bali melarang Hare Krisna/ISKCON melakukan kegiatan di luar ashram dan di pura seluruh Bali. Pihaknya word play here mengaku belum ada jawaban resmi dari PHDI pusat karena pusat masih menunggu beberapa tahapan yang harus dilalui mulai dari koordinasi dengan sabha walaka, juga koordinasi dengan sabha pandita.